| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | ||||||
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | |
5. KEMAHASISWAAN, KURIKULUM, DAN LULUSAN
KEMAHASISWAAN
1. Sistem Rekrutmen dan Seleksi Calon Mahasiswa
Pada tahun 2006 melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti nomor 3333/D/T/2006, tertanggal 1 September 2006 Unnes membuka Prodi S-1 PGSD angkatan 2006/2007 dengan input lulusan D-2 PGSD di tiga kota, yaitu Semarang, Jepara, dan Batang masing-masing satu kelas (40 mahasiswa dari Kabupaten Batang, 40 mahasiswa dari Kabupaten Jepara, 34 mahasiswa untuk Semarang). Penyelenggaraan Prodi S-1 PGSD di kota Semarang dilaksanakan secara swadana, sedangkan di Kabupaten Jepara dan Batang memperoleh subsidi dari Direjtorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru Prodi S-1 PGSD angkatan 2007/2008 mengikuti sistem yang dilaksanakan oleh universitas, sistem penerimaan mahasiswa melaui dua jalur, yaitu SPMU dan SPMB.
Selama dua tahun terakhir tingkat persaingan calon mahasiswa yang diterima dengan peminat/pendaftar Prodi S-1 PGSD sebesar 6.490 orang. Tingkat keketatan persaingan lulusan SMA untuk masuk ke S-1 PGSD adalah 1:47,03. Sedangkan tingkat keketatan secara keseluruhan (S-1 reguler, PJJ, dan PKG) adalah 1: 18. Calon mahasiswa yang diterima dan mendaftar kembali selama dua tahun terakhir adalah 567 orang (S-1 Reguler: 183 orang; S-1 PJJ: 180 orang; S-1 PKG: 204 orang). Jumlah animo calon mahasiswa tersebut menunjukkan adanya persaingan yang sangat ketat.
Untuk mahasiswa program PJJ Prodi S-1 PGSD angkatan 2007/2008 pelaksanaan seleksi mahasiswa mengacu pada surat Dirjen PMPTK Depdiknas No.3451/F/LL/2007 tanggal 5 juni 2007, perihal pelaksanaan seleksi mahasiswa Prodi S-1 PGSD berbasis ICT yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Banyumas dan Brebes. Pihak Unnes sebagai LPTK yang diberi tugas telah melaksanakan seleksi calon mahasiswa pada tanggal 23 Juni 2007 di masing-masing kabupaten di atas dan telah dinyatakan lulus masing-masing kabupaten 25 orang, sehingga jumlah mahasiswa baru pada tahun ajaran 2007-2008 adalah 100 orang (seorang di antaranya meninggal dunia setelah mengikuti perkuliahan beberapa hari).
2. Profil Mahasiswa Akademik, Sosio-ekonomi, Pribadi
Jumlah mahasiswa terdaftar pada Jurusan PGSD terakhir berjumlah 567 orang mahasiswa. Dari segi sosial ekonomi, sebagian besar mahasiswa berasal dari pantai utara Jawa Tengah karena perguruan tinggi penyelenggaran PGSD di Jawa Tengah dan DIY (Unnes, UKSW, UNS, UNY, dan USD) bersepakat pembagian sumber mahasiswa. Unnes mendapatkan bagian pantai utara Pulau Jawa, UKSW dan UNS bagian tengah, sedangkan UNY dan USD bagian selatan Jawa Tengah dan DIY.
Daya serap dan daya juang mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran ditunjukkan dalam lama studi dan waktu penyusunan skripsi serta IPK yang diperolehnya. Jurusan PGSD menerima mahasiswa baru mulai angkatan 2006/2007 sehingga belum meluluskan. Adapun IPK yang diperoleh pada dua tahun terakhir berkisar antara 2,93 sampai 3,43 dengan rata-rata IPK 3, 24. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 1.
Dari data tersebut menunjukkan kemampuan, semangat, dan daya serap mahasiswa sudah, jika dikaitkan dengan pengguna lulusan dewasa ini yang mensyaratkan IPK tinggi.
3. Keterlibatan Mahasiswa dalam Berbagai Komisi yang Relevan
Dari aspek kreativitas mahasiswa di bidang penalaran, Prodi S-1 PGSD mengakomodasi mahasiswa yang berkeinginan mengembangkan kompetensi di bidang penelitian. Jurusan PGSD pada tahun 2008 mendanai 5 penelitian mahasiswa Prodi S-1 PGSD. Masing-masing judul mendapatkan dana sebesar Rp 1.200.000. Kelima judul yang berhasil meraih dana adalah:
a. Rustantiningsih, “ Meningkatkan Hasil Belajar IPS melalui Kolaborasi Model Quantum Teaching dan Snowball Throwing Siswa Kelas V SDN Anjasmoro, Semarang”.
b. Arif Rakhman, “Majalah Dinding sebagai Sarana untuk Meningkatkan Kreativitas dalam Berkarya Sastra padaSiswa Kelas V SDN 02 Dadirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan”.
c. Alik Gufron, “Media Komputer sebagai Instrumen Evaluasi Pembelajaran di Sekolah Dasar”.
d. Abdul Jalal, “Permasalahan-permasalahan yang Dihadapi Mahasiswa PGSD Karanganyar Semarang dalam Sistem Indormasi Akademik Terpadu (Sikadu)”.
e. Nurul Faizah, “Studi Komparatif Keterampilan Berbahasa Siswa Kelas Satu SD dengan Latar Belakang Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Rumah Tangga di SD Negeri Debong Lor, Kota Tegal”.
4. Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan secara terencana dan terprogram adalah pramuka, KSR, dan Rohis (kegiatan kerokhanian Islam), yang dilaksanakan oleh HIMA. Akan tetapi HIMA yang terdapat pada Prodi S-1 PGSD belum menjadi bagian dari HIMA dan terkoordinasi dengan HIMA dari perguruan tinggi lain yang juga menyelenggarakan S-1 PGSD di Jawa Tengah dan DIY. Mahasiswa diarahkan untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan yang target akhirnya lulus Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar (KMD). KMD ini bertujuan agar mahasiswa lulusan Prodi S-1 PGSD siap menjadi pembina pramuka di gugus depan.
Mahasiswa muslim menjadi mayoritas di Prodi S-1 PGSD dan Unnes, oleh karena itu, disediakan organisasi khusus yang dapat menampung aspirasi mereka. Organisasi tersebut bernama Kerokhanian Islam (Rohis) yang banyak melakukan berbagai kajian kerohanian. Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat menambah wawasan tentang Islam modern yang inklusif dan moderat. Dalam rangka dalam menambah wawasan keilmuan tentang ke-SD-an, mahasiswa memelukan adanya jalinan dengan lembaga SD/MI dan dinas yang mengurusi pendidikan yang melembaga.
5. Keberlanjutan Penerimaan Mahasiswa
Untuk memperoleh masukan mahasiswa baru (input) yang berkualitas tinggi, Unnes melakukan proses seleksi yang ketat. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan jumlah calon mahasiswa sangat banyak dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang diterima. Untuk menjaga keberlanjutan penerimaan mahasiswa, proses rekruitmen mahasiswa baru, Unnes tetap mempertahankan dua jalur yaitu SPMU dan SPMB. Melalui SPMU kuota mahasiswa akan dapat terpenuhi, karena seleksi tersebut menetapkan quota 50% jumlah mahasiswa yang diterima melalui SPMU dan 50% lagi akan diperoleh melalui SPMB.
Adapun jumlah mahasiswa baru program PJJ dan PKG yang akan diterima mengacu pada surat Dirjen PMPTK Depdiknas. Program ini ditujukan bagi guru SD lulusan D-2 berizin Diknas. Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuah sistem penghitungan kredit yang dibebaskan karena mereka telah menempun D-2 PGSD. Pengembangan sistem ini akan dikembangkan dan dapat diakses melalui internet supaya calon-calon mahasiswa dari berbagai daerah dapat terfasilitasi dengan baik.
Mahasiswa baru reguler yang diterima pada Jurusan PGSD dari SMA dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan (tabel 2 ). Hal ini menunjukkan bahwa Prodi S-1 PGSD mampu menarik minat calon mahasiswa. Untuk itu, pada masa yang akan datang tetap perlu diupayakan berbagai kegiatan untuk menarik calon mahasiswa agar mendapatkan input yang berkualitas.
Dalam rangka meningkatkan minat calon mahasiswa terhadap Prodi S-1 PGSD, Unnes dan meningkatkan kepercayaan masyarakat telah dilaksanakan berbagai kegiatan, seperti: 1) menyebarkan angket pada calon mahasiswa dari lulusan D-2 PGSD untuk mengetahui minat mengikuti program transfer, sedangkan animo lulusan SMA pendaftarnya sangat banyak (1:47); 2) menyosialisasikan pembelajaran inovatif kepada guru SD dalam bentuk seminar, pelatihan, penataran, dan workshop; 3) menulis bahan ajar/reviewer buku mata pelajaran SD. Melalui kegiatan ini diharapkan pengajar PGSD dikenal oleh pengguna; 4) menyebarluaskan infomasi kegiatan seminar dan lokakarya yang dilakukan oleh Jurusan PGSD melalui media masa melalui media masa (surat kabar).
6. Pelayanan untuk Mahasiswa
a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik
b. Informasi dan bimbingan karir
c. Konseling pribadi dan sosial
Untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa, Prodi S-1 PGSD, Unnes mempunyai program yang bertujuan meningkatkan kualitas akademik mahasiswa. Mahasiswa yang bertempat tinggal di sekitar asrama PGSD mengikuti diskusi penulisan karya ilmiah setiap hari Kamis sore (Lesson Study). Tutor kegiatan ini adalah dosen Unnes yang memiliki kompetensi di bidang karya ilmiah. Melalui kegiatan ini, beberapa kelompok peneliti berhasil meraih dana penelitian di tingkat fakultas.
Bimbingan akademis juga dilakukan melalui pelayanan konseling pribadi yang dilakukan oleh dosen wali. Biasanya, pelayanan baru akan diberikan bila mahasiswa menyampaikan pada dosen wali atau bila mahasiswa menunjukkan prestasi belajar yang menurun drastis atau tidak memuaskan. Oleh karena itulah perlu dirancang pembimbingan yang bersifat lesson study.
Konseling yang diberikan menyangkut urusan pribadi dan akademik. Urusan pribadi yang ditangani dapat berupa urusan individu semata dan dapat pula urusan individu yang terkait dengan orang lain. Konseling yang berhubungan dengan urusan sosial sampai saat ini belum berjalan dengan efektif, karena semua hal diserahkan pada dosen wali yang belum tentu memiliki kapasitas untuk mengatasi permasalahan individu dan sosial dengan baik.
KURIKULUM
1. Kesesuaian dengan Visi, Misi, Sasaran, dan Tujuan
Selama dua tahun terakhir Jurusan PGSD merapkan kurikulum yang merupakan hasil kerja sama 5 perguruan tinggi penyelenggara PGSD di Jawa Tengah dan DIY, yaitu Unnes, UNS, UKSA, UNY, dan USD. Perancangan struktur dan isi kurikulum dilakukan secara sistematik dengan melibatkan berbagai aspek dan komponen yang berkaitan dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan Jurusan PGSD. Kurikulum jurusan PGSD dijabarkan dalam kelompok-kelompok matakuliah yang disebut Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB), Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB), dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).
Meskipun kurikulum yang digunakan pada tahun pertama tergolong baru, pada tahun kedua kurikulum tersebuttelah ditinjau kembali dan akan diberlakukan untuk mahasiswa yang mengikuti kuliah pada tahun kedua. Sedangkan mahasiswa yang kuliah pada tahun pertama akan menyesuaikan diri dengan kurikulum yang baru.
Jumlah SKS dalam kurikulum jurusan PGSD 144 sks sesuai dengan PP yang berlaku, yang terjabar dalam MPK 12 sks, MKK 20 sks (8 sks pilihan), MKB 25 sks (10 sks pilihan), MPB 28 sks (2 sks pilihan), dan MBB 80 sks.
Pada tahap awal, perancangan kurikulum Prodi S-1 PGSD PJJ diperuntukkan bagi masukan lulusan Program D-II PGSD dari LPTK yang telah mendapat izin penyelenggaraan program tersebut dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Seluruh mata kuliah yang diperoleh Program D-II PGSD sebelumnya diakui secara penuh dengan bobot keseluruhan sebanyak 80 sks. Berdasarkan kurikulum utuh Prodi S-1 PGSD dan dengan mempertimbangkan kemampuan yang telah dimiliki oleh lulusan D-II PGSD maka kewajiban mahasiswa transfer adalah 82 sks (4 sks pilihan).
Pada tahun 2007 PGSD mendapat hibah S-1 PGSD-B, yang salah satu aktivitasnya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis ICT, dengan harapan para dosen mampu menggelar pembelajaran berbasis ICT yang akhirnya berimbas pada lulusannya. Dengan demikian dipandang perlu ada aktivitas memperbaiki kurikulum yang berlaku dengan mengakomodasi pembelajaran yang inovatif
2. Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholders
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan stakeholders, serta perkembangan/penyempurnaan kurikulum di berbagai prodi di lingkungan Unnes, sekaligus mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi era global, maka Jurusan PGSD telah menyempurnakan Kurikulum Prodi S-1 PGSD edisi 2007 menjadi Kurikulum Prodi S-1 PGSD edisi 2008. Kurikulum tersebut mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan memperhatikan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2005 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi yang menekankan adanya mata kuliah wajib dan pilihan sebagai penciri/keunggulan dari prodi/jurusan. Kurikulum ini akan diberlakukan bagi mahasiswa angkatan 2008/2009. Penyempurnaan kurikulum tersebut tetap memperhatikan kurikulum nasional (inti) PGSD dan masukan dari stakeholders dan ahli/pakar PGSD.
Penyempurnaan kurikulum PGSD dilakukan melalui lokakarya Penyempurnaan Kurikulum PGSD yang diikuti oleh dosen di lingkungan fakultas dengan menghadirkan pakar, stakeholders, dan alumni sebagai bahan masukan. Bahan masukan tersebut di atas, selanjutnya digunakan sebagai dasar pengembangan kurikulum dalam arti menetapkan kemampuan yang harus dikuasai oleh lulusan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar, yang kemudian dilokakaryakan. Pengembangan kurikulum merupakan rangkaian proses sistemik yang berkelanjutan untuk merencanakan, mengorganisasikan, dan mengimplementasikan, serta mengevaluasi pembelajaran yang dilaksanakan di kampus dan dunia kerja sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Oleh karena itu kurikulum harus dirancang untuk memudahkan mahasiswa dalam mencapai keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan program studi dengan mendekatkan kesesuaian antara kebutuhan lapangan kerja dan penyediaan tenaga kerja.
Namun kurikulum yang dihasilkan belum mengakomodasi pembelajaran yang inovatif. Oleh karena itu kurikulum harus dirancang dalam mengakomodasi pembelajaran yang inovatif untuk memudahkan mahasiswa dalam mencapai keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan program studi dengan mendekatkan kesesuaian antara kebutuhan lapangan kerja dan penyediaan tenaga kerja.
3. Struktur dan Isi Kurikulum (Keluasan, Kedalaman, Koherensi, Penataan/Organisasi)
Struktur dan isi kurikulum dirancang dan disusun sesuai dengan acuan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi dan penilaian Hasil Belajar Mahasiswa yang mendasarkan pada Kompetensi Lulusan (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Rincian struktur dan isi terdapat dalam Tabel 5.a.2
4. Kompetensi dan Etika Lulusan yang Diharapkan
Lulusan Prodi S-1 PGSD diharapkan memiliki kompetensi berikut ini.
a. Menguasai landasan filosifis dan konsep pendidikan ke-SD-an
b. Menguasai teknologi informasi dan komunikasi.
c. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
d. Memiliki kemampuan mengembangkan konsep dan metodologi penelitian sosial dan pendidikan guna memecahkan masalah-masalah sosial kemasyarakatan, pendidikan dan pembangunan pada umumnya.
Kurikulum dirancang berpedoman pada Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan dan pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pengguna lulusan, yaitu dinas pendidikan dan guru SD, karena mereka memiliki pengalaman empiris yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan.
Implementasi dan pengembangan kurikulum Prodi S-1 PGSD perlu konsentrasi pada berbagai hal, antara lain: (a) perubahan program pendidikan dari D-2 menjadi S-1 dan pendidikan profesi menuntut pembuatan kurikulum baru yang sejalan dengan tujuan pendidikan program S-1 dan pendidikan profesi; (b) pembuatan kurikulum baru berimplikasi pada penyediaan sarana penunjang pendidikan yang relevan, seperti pengembangan laboratorium di dalam dan di luar kampus (lab. site atau laboratorium sosial), pengembangan perpustakaan, dan peningkatan mutu dosen dalam menyelenggarakan perkuliahan.
a. Derajat Integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu)
b. Kurikulum lokal yang sesuai dengan kebutuhan masarakat
c. mata kuliah pilihan yang merujuk pada harapan
d. Peluang mahasiswa untuk mengembangkan diri (melanjutkan studi)
LULUSAN
Jurusan S-1 PGSD belum menghasilkan lulusan karena baru berjalan 2 tahun. Meskipun demikian, Jurusan PGSD telah merencanakan akan melakukan studi kelayakan lulusan. pada tahun 2010. Karena pada tahun 2008 telah ada 34 mahasiswa S-1 PGSD input D-2 PGSD yang sedang melaksanakan skripsi. Treasure studi dimaksudkan untuk mengetahui kompetensi lulusan yang dihasilkan melalui kurikulum yang diberlakukan.