| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | ||||||
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | |
6. SARANA PRASARANA DAN SISTEM INFORMASI
SARANA PRASARANA
1. Pengelolaan, Pemanfaatan, dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
Layanan perkuliahan pada Jurusan PGSD dilakukan dengan menyediakan ruang kuliah beserta kelengkapannya. Dengan dibukanya S-1 PGSD yang merupakan program baru di PGSD yang otomatis perlu pengadaan sarana prasarana yang menunjang antara lain bahan ajar yang menyertai kurikulum. Dengan demikian dipandang perlu ada aktivitas Peningkatan kualitas bahan ajar yang mengimplementasikan pembelajaran inovatif.
Layanan perkuliahan pada Jurusan PGSD dilakukan dengan menyediakan ruang kuliah beserta kelengkapannya. Untuk matakuliah yang menggunakan laboratorium/melaksanakan kuliah praktik, program studi menyediakan ruang dan petunjuk praktikum. Pemanfaatan dan pelaksanaan perkuliahan di laboratorium diserahkan pada dosen pengampu yang dikoordinir oleh Ketua Laboratorium. Demikian pula untuk matakuliah praktik pengalaman lapangan (PPL), jurusan PGSD melalui UPT PPL akan menjalin kerjasama dengan berbagai sekolah sebagai lokasi praktik pengalaman lapangan. Pembimbingan PPl direncanakan melalui kerjasama dengan guru pamong, dosen pembimbing. Selain itu bahan ajar yang dihasilkan dosen dipandang perlu peningkatan kualitasnya baik dari segi kualitas materi maupun sajiannya. Karenanya dipandang perlu ada aktivitas yang berkaitan dengan peningkatan kualitas bahan ajar yang dihasilkan para dosen.
Laboratorium yang ada adalah laboratorium IPA, IPS, bahasa, matematika, keguruan, dan seni. Setiap laboratorium dipandu oleh dosen yang menggeluti bidang yang sama. Kemampuan dosen mengelola laboratorium sangat terbatas. Hal itu diperparah lagi karena tidak tersedia laboran yang membantu dosen pengelola.
Di samping itu perpustakaan yang menyediakan buku-buku dan referensi yang relevan dengan mata kuliah, dan ruang baca yang mampu menampung 20 mahasiswa. Kemudian untuk meningkatkan kemampuan profesional mahasiswa calon guru SD, telah disediakan ruang microteaching.
Sarana dan prasarana yang dimiliki belum dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Ada persoalan yang dihadapi dalam optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana tersebut, yaitu kurangnya kelengkapan yang harus tersedia di laboratorium, perpustakaan, dan ruang microteaching. Di samping sarana dan prasana mengalami kekurangan kelengkapan, juga kelengkapan yang tersedia ternyata kurang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang berlangsung di SD sekarang ini.
2. Ketersediaan dan Kualitas Gedung, Ruang Kuliah, Laboratorium, Perpustakaan
Sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pembelajaran, sehingga ketersediaan komponen ini, seperti ruang kuliah, media pembelajaran, pusat sumber belajar, perpustakaan, laboratorium, dan jaringan internet berpengaruh langsung jurusan PGSD memiliki dua kampus, yaitu PGSD di Kampus Tegal dan PGSD di Kampus Semarang. Ada 16 ruang digunakan untuk kegiatan perkuliahan, 2 ruang staf pengajar, dan 2 administrasi jurusan serta 1 laboratorium multimedia dan 1 micro teaching (Tabel 6.b.).
Alokasi penggunaan ruang untuk perkuliahan masih menunjukkan tinggi, karena setiap hari selama hari kerja (lima hari) setiap ruang kuliah digunakan untuk perkuliahan dari pukul 07.00 sampai jam 17.00 (Tabel 7.c.). Bahkan dalam keadaan mendesak, ruang kuliah dapat dipakai hingga larut malam.
Untuk mendukung kegiatan perkuliahan, jurusan PGSD menyediakan layanan perpustakaan. Proses pembelajaran di PGSD didukung pula oleh laboratorium IPA, Matematika, IPS, Bahasa, Kestram dan ruang micro teaching untuk penyiapan mahasiswa melaksanakan PPL 2 dengan kegiatan praktik mengajar terbimbing, praktik mengajar mandiri, dan ujian. Laboratorium bidang studi dan micro teaching memiliki sarana yang sangat minim sehingga pencapaian tujuan tidak dapat maksimal. Laboratorium PGSD selama ini telah dilengkapi dengan panduan praktikum yang memadai, khususnya laboratorium IPA yang keberadaanya lebih tertata.
Perpustakaan PGSD memberikan pelayanan kepada mahasiswa setiap hari kerja (lima hari kerja) sejak pukul 07.00 sampai 15.00WIB, kecuali hari Jumat pukul 07.00 sampai 11.00 WIB.
Ruang perpustakaan berukuran 110 meter2 yang di dalamnya dilengkapi dengan almari buku. Keberadaan ruang baca dan pelayanan baca sangat mendukung kelancaran proses belajar mengajar dan penelitian mahasiswa dan dosen. Koleksi pustaka yang ada sebagian besar berisi kajian ke-SD-an dalam jumlah yang cukup memadai. Ada 1054 judul buku di perpustakaan namun buku yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Prodi S-1 PGSD hanya 202 judul (7.a). Jumlah hand book, encyclopedia, dan buku terjemahan masih sangat terbatas.
Penambahan koleksi buku teks dilakukan paling tidak satu tahun sekali kali, dan penambahan dari sumbangan alumni. Perpustakaan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang dapat dikatakan memadai, seperti sistem komputerisasi, rak buku dalam jumlah cukup (5 buah), meja baca, fasilitas lainnya. Komputer di perpustakaan digunakan untuk keperluan pengetikan data base, dan pelayanan yang memadai kepada mahasiswa karena telah dilengkapi dengan sistem pelayanan perpustakaan secara komputerisasi.
3. Fasilitas Komputer dan Pendukung Pembelajaran dan Penelitian
Jurusan PGSD telah memiliki sejumlah komputer yang ditempatkan di ruang microteaching. Di ruang laboratorium tersebut disediakan sejumlah 22 unit komputer, yang sudah terkoneksi dengan satu server (LAN), dan ikut jaringan Telkom. Prodi S-1 PGSD telah memiliki komputer yang dapat digunakan untuk program untuk keperluan networking. Untuk mendukung kelancaran perkuliahan, disediakan sarana dan media pembelajaran seperti OHP, white board, sarana alat tulis, dan LCD.
4. Kesesuaian dan Kecukupan Sarana dan Prasarana
Dari Tabel 6.b dapat dilihat luas laboratorium adalah 440 m², jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa terdaftar 567 maka didapat ratio 1 m2 : 3 atau 1:3. Kondisi ini belum cukup memadai. Namun apabila dilihat dari segi kualitas ataupun fasilitas laboratorium, serta kegiatan dalam laboratorium tersebut sudah cukup memadai. Dalam jangka 5 tahun mendatang yang sangat mendesak diadakan adalah penambahan ruang kuliah dan laboratorium, dan fasilitas pendukung seperti hand book dan encyclopedia yang belum dimiliki oleh perpustakaan jurusan PGSD.
5. Keberlanjutan Pengadaan, Pemeliharaan, dan Pemanfaatannya
Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran jurusan PGSD dari tahun ke tahun selalu meningkat. Apalagi setelah jurusan telah mendapatkan hibah peralatan dan dan hibah kompetisi B. Untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, jurusan setiap tahun merencanakan dan mengusulkan kepada fakultas untuk mengalokasikan dana dan pengadaannya. Pemenuhan sarana dan prasarana memperhatikan skala prioritas, artinya pengusulan dan pengadaan itu untuk sarana dan prasarana yang mendesak dibutuhkan lebih dahulu. Di samping mengusulkan kepada fakultas juga berusaha meraih dana hibah kompetisi dari Ditjen Dikti.
Demikian pula pemeliharaan sarana dan prasarana, program studi mengusulkan kepada fakultas untuk mengalokasikan dana untuk keberlanjutan kegiatan tersebut. Agar sarana dan prasarana yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara efektif untuk kegiatan pembelajaran, program studi telah menyusun pedoman dan petunjuk pemanfaatannya terutama untuk kegiatan di laboratorium. Sosialisasi kepada para tenaga pengajar, dosen, dan tenaga pendukung tentang pemeliharaan dan pemanfaatan sarana prasarana juga dilakukan untuk menjaga keberlanjutannya.
SISTEM INFORMASI
1. Rancangan Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan Sistem Informasi di Jurusan PGSD dilaksanakan dengan membangun sistem informasi berbasis komputer yang diprediksikan mampu mengubah mekanisme pemrosesan data dan informasi yang semula dikerjakan secara manual (waktu lama, kurang akurat, tidak aktual) kemudian diubah menjadi sistem jaringan untuk memenuhi kebutuhan informasi.
Pelaksanaan kegiatan yang berbasis data/informasi yang sistematis dan teratur akan sangat berguna untuk merumuskan kebijakan, strategi, saran perbaikan, sasaran pengembangan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Harapannya akan menghasilkan rencana yang komprehenshif dan realistis menuju peningkatan kualitas Jurusan PGSD baik untuk program PJJ maupun reguler secara berkelanjutan.
Di tingkat Universitas mulai semester genap 2006/2007 telah dikembangkan sistem akademik terpadu (SIKADU) secara website online, sehingga proses pelayanan akademik mahasiswa dilakukan oleh mahasiswa sendiri melalui internet. Sistem tersebut dapat diakses melalui internet.
2. Kecukupan dan Kesesuaian Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Pendukung
Sampai sejauh ini, sumber daya, sarana dan prasarana pendukung belum cukup memadai bagi pengembangan sistem informasi. Di ruang multi media belum dilengkapi dengan perangkat PC, di ruang perpustakaan juga belum ada PC, diruang dosen juga belum ada PC yang terhubung dengan jaringan internet. Selain itu, di setiap ruang kuliah belum terdapat PC dan LCD.
3. Efisiensi dan Efektivitas Pemanfaatan
Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan informasi oleh unit-unit terkait mahasiswa dan dosen Jurusan PGSD secara umum pencapaiannya belum memadai. Program yang direncanakan adalah evaluasi diri berbasis data/informasi yang dikumpulkan secara sistematis dan teratur serta didukung oleh pengembangan teknologi informasi, akan sangat berguna untuk merumuskan dan pengambilan kebijakan demi menuju hasil rencana yang komprehenshif dan realistis yang berkelanjutan.
4. Keberadaan dan Pemanfaatan on-campus connectivity devices (intranet)
Di Jurusan PGSD keberadaan dan pemanfaatan on-campus connectivity devices (intranet) belum terakomodasi secara optimal. Hal itu terjadi karena jaringan antara Jurusan PGSD dengan Kampus Unnes yang lain belum terjadi dengan baik.
5. Keberadaan dan Pemanfaatan Global Connectivity Devices (Internet)
Di lingkungan Jurusan PGSD jaringan internet yang didapatkan dari dari fasilitas pusat belum optimal. Pemanfaatan internet untuk pembelajaran belum maksimal karena keterbatasan jumlah unit komputer layanan, saat ini komputer yang diperasionalkan untuk internet baru 22 unit, tidak berbanding dengan jumlah mahasiswa yang terdiri 40 orang/kelas. Meskipun demikian dengan sejumlah fasilitas komputer yang dimiliki oleh Jurusan dan penambahan jaringan yang dihubungkan dari Telkom ke PGSD ke depan berharap memungkinkan para mahasiswa dan dosen dapat dengan mudah mengakses internet dari kampus.